Senin, 31 Agustus 2015

Facebook Marketing - Cara Menggunakan Facebook Sebagai Alat Marketing Bisnis Anda

Facebook Marketing - Cara Menggunakan Facebook Sebagai Alat Marketing Bisnis Anda
Tahukah anda? mengapa pebisnis online sekarang ini banyak sekali yang menggunakan media social khususnya facebook untuk mempromosikan produk mereka? Yes, facebook memang tetap menjadi favorit bagi para pelaku pebisnis online untuk mempromosikan produk-produk mereka, karena bisa berinteraksi langsung dengan tergetnya, dan yang terpenting juga tentunya gratis…:)

Tapi… banyak sekali pebisnis online belum bisa berpromosi sesuai target di facebook, Mengapa?

Yes, kebanyakan dari mereka berpromosi secara sembarangan! Add friend secara acak, tidak memperhatikan produknya cocok buat siapa.. Bahkan yang paling bikin kesel adalah suka men tags pic produk mereka ke user-user FB, yang tentu pasti di remove. Tentu itu tidak efektif.

Berikut Cara Menggunakan Facebook Sebagai Alat Marketing Bisnis :

  •  Gunakan dan buat Fans Page dari Produk atau Nama Usaha anda sebagai pusat Interaksi dan Promosi, Akan terlihat lebih elegan dan bonafid, Nama Fans Page harus sama dengan Nama Produk atau Nama Usaha atau Nama Perusahaan atau Jenis Usaha Anda. Contoh :

Fans Page dari Raja-Undangan.com adalah Fans Page sesua nama Perusahaanya 


Raja-Undangan.com membuat lagi Fans Page bernama Undangan Pernikahan di Facebook, untuk dapat menyesuaikan dengan Keyword Niche Market mereka.

  • Sering Sharing Tips-tips dan kontent menarik, Jangan Promosi terus, agar para Likers Facebook anda merasa Fans Page kita berguna, bukan tukang spam apa lagi tukang tags.. hehee
  •  Tanggapi dengan Cepat dan Benar, Komentar dan Pertanyaan para Facebookers, agar terjadi Interaksi, Orang yang sudah Berkomentar dan Bertanya berarti dia sudah tertarik, tinggal di Follow up dengan baik, dan Tentunya di Closing agar terjadi Sale. Karena Tujuan Akhir Promosi adalah Penjualan kan.
Demikian  Artikel Facebook Marketing - Cara Menggunakan Facebook Sebagai Alat Marketing Bisnis Anda, saya tulis. Agar dipergunakan sebagaimana mestinya, hehee

Untuk teman-teman yang Ingin memperdalam Ilmu Marketing di Facebook, bisa lanjutkan dengan KLIK DISINI dan DI SINI bisa juga DI SINI

Semoga Bermanfaat.... Salam :)



Daftar Istilah Dalam Bisnis Ekspor dan Impor

Daftar Istilah Dalam Bisnis Ekspor dan Impor

Dalam melakukan Bisnis Ekspor dan Impor banyak terdapat Istilah-istilah dalam bertransaksi, berikut istilah-istilah nya yang berhasil saya kumpulkan :

Shipper adalah nama lain dari exporter atau pengirim barang. Istilah shipper ini akan selalu di pakai sebagai pengganti kata exporter / pengirim barang./ penjual.

Consignee adalah nama lain dari importer atau penerima barang. Istilah ini akan selalu dipakai sebagai pengganti kata importer / penerima barang / pembeli.

Notify Party adalah pihak ketiga selain Consignee yang mengetahui adanya sebuah pengiriman barang.

Vessel adalah Kapal

Voyage / Voy. Adalah nomor pengapalan

Shipping Marks & Numbers adalah keterangan yang tertera atau tertulis dalam kemasan barang

Descriptions of Goods adalah deskripsi barang

Gross Weight / G.W. adalah berat kotor barang

Net Weight / N.W. adalah berat bersih barang tanpa kemasan

Shipping Schedule adalah Schedule Keberangkatan Kapal / Pesawat

Warehouse adalah Gudang tempat penumpukan barang yang dikirim dengan tidak menggunakan container

UTPK adalah Unit Tempat Penumpukan Peti Kemas

DEPO adalah tempat penumpukan container kosong

Delivery Order / DO adalah Surat yang diterbitkan pihak shipping atau forwarder kepada shipper sebagai tanda bukti pengambilan container kosong dan atau tanda bukti pengiriman barang dari gudang shipper ke UTPK atau Warehouse.

Stuffing / Loading adalah proses pemuatan barang export kedalam container atau truck angkutan (berlaku untuk kegiatan export).

UnStuffing / Unloading adalah proses pembongkaran dari dalam container atau truck angkutan (berlaku untuk kegiatan import)

Feeder Vessel adalah Kapal pengangkut dari pelabuhan muat ke pelabuhan transit. Jenis kapal ini kecil hanya muat untuk mengangkut 3000an kontainer

Mother Vessel adalah Kapal pengangkut / kapal besar yang mengangkut muatan dari pelabuhan transit ke pelabuhan tujuan diseluruh penjuru dunia

Open Stack ( O/S ) adalah waktu dibukanya container / barang boleh di tempatkan di UTPK atau warehouse

Closing Time ( C/T ) adalah waktu ditutupnya pemasukan / penumpukan barang di UTPK atau warehouse.

ETD adalah Estimated Time of Departure yaitu Waktu Perkiraan Keberangkatan Kapal / Pesawat dari pelabuhan muat

ETA adalah Estimated Time of Arrival yaitu Waktu Perkiraan Kedatangan Kapal / Pesawat

LCL adalah Less than Container Loaded yaitu system pengiriman barang tanpa menggunakan container atau dengan kata lain pengiriman barang yang kapasitasnya dibawah standar kapasitas muat container.

FCL adalah Full Container Loaded yaitu Pengiriman Barang dengan Menggunakan Kontainer.

Part Of Shipment adalah Pengiriman Barang menggunakan 1 kontainer dimana didalam container tersebut terdiri dari berapa nama shipper namun dengan tujuan satu Consignee.

Dry Container adalah container kering / standar yang digunakan untuk mengirim barang2 biasa yang tidak berbahaya dan bukan merupakan barang gas atau cair. COntohnya mebel, handicraft, garment, …etc

Reefer Container adalah container yang memiliki pengatur suhu. Biasa digunakan untuk pengiriman produk makanan seperti Ikan hidup, Udang Hidup, buah-buahan, sayur-sayuran..dll

Open Top Container adalah Kontainer yang bagian atasnya bisa dibuka / terbuka. Kontainer ini dgunakan untuk pengiriman barang yang tingginya melebihi standar ketinggian container DRY.

Flat Rack Container adalah container yang bagian samping kanan dan kirinya terbuka. Kontainer ini digunakan untuk memuat barang yang lebarnya melebihi standar lebar container DRY.

Space adalah tempat yang tersedia didalam kapal

Booking adalah istilah untuk pemesanan tempat

Shipping Instructions adalah surat pengajuan pengiriman barang yang diterbitkan oleh shipper

Ocean Freigh ( O/F ) adalah biaya pengiriman barang dengan menggunakan kapal laut

Air Freight ( A/F ) adalah biaya pengiriman barang dengan menggunakan pesawat

F.O.B adalah Free On Board adalah system pembelian barang dimana semua biaya Pengiriman atau O/F , Asuransi dan harga barang dibayarkan setelah kapal sampai atau di pelabuan bongkar

C.I.F adalah Cost Insurance & Freight adalah system pembelian barang dimana Biaya Pengiriman, Asuransi dan Harga barang dibayarkan sebelum kapal berangkat / di pelabuhan muat

C & F adalah Cost and Freight adalah system pembelian barang dimana Biaya Pengiriman dan Harga Barang di bayarkan di pelabuhan muat namun asuransi menjadi tanggungan Penerima Barang.

Freight Prepaid adalah Sistem pembayaran biaya pengiriman barang di pelabuhan muat

Freight Collect adalah Sistem pembayaran biaya pengiriman barang di pelabuhan bongkar

Bill Of Lading atau B/L adalah Surat / Dokumen yang diterbitkan oleh Shipping Line / Freight Forwarder untuk setiap pengiriman barang Export. Bill Of Lading ini di terbitkan pada tanggal keberangkatan Kapal. Bill Of Lading ini nantinya akan diberikan kepada consignee untuk mengambil barang di tempat tujuan (pengambilan import). Fungsi dari Bill Of Lading ini sangat banyak. Selain sebagai bukti pengambilan barang di tujuan, juga dilampirkan dalam proses pembuatan COO.

Air Way Bill / AWB fungsi dan kegunaannya adalah sama dengan Bill Of Lading. Namun AWB ini khusus untuk pengiriman barang via Udara.

Certificate of Origin adalah Sertifikat Asal Barang. Diterbitkan oleh DISPERINDAG kepada exporter. Kegunaannya adalah sebagai bukti keaslian barang dari Negara Asal yang tertera  pada Bill Of Lading

Packing List adalah Daftar Sistem Pengepakan. Packing List ini diterbitkan oleh setiap exporter setiap kali akan export. Data2 Packing List inilah yang akan di muat pada Bill of Lading maupun AirWayBill. Packing List berisikan data2 Nama dan alamat Shipper, Nama dan Alamat Consignee, Nama dan Alamat Notify Party (jika ada), Nama Barang, Jumlah dan Jenis Kemasan, Jumlah barang, Berat Bersih / Net Weight, Berat Kotor / Gross Weight, Kubikasi, Shipping Marks & Numbers / Keterangan yang tertulis pada kemasan, Nama Vessel, Pelabuhan Muat, Pelabuhan Bongkar.

Commercial Invoice adalah Daftar Nilai / Harga Barang yang tercantum dalam Packing List. Commercial Invoice ini berisikan nilai barang per item dan total nilai barang. Bill Of Lading, Packing List dan Commercial Invoice adalah bagian yang tidak terpisahkan dalam proses Export dan Import atau bisa dikatakan ketiga dokumen ini adalah 1 set dokumen Export / Import.

P.O.L adalah Port Of Loading yaitu Pelabuhan Muat

P.O.D adalah Port of Discharge yaitu Pelabuhan Bongkar

Place of Delivery yaitu Tujuan akhir Pengiriman Barang

Place of Receipt yaitu Tempat Penerimaan Barang

Customs Clearance adalah proses administrasi pengiriman dan atau pengeluaran barang ke / dari Pelabuhan muat / Bongkar yang berhubungan dengan Kepabeanan dan administrasi pemerintahan.

Measurement / Cubication / CBM adalah ukuran kubikasi suatu barang export baik itu. Perhitungan Kubikasi ini sangat penting dikuasai oleh para exporter untuk menentukan jenis pengirimannya. Apakah menggunakan Kontainer 20ft, 40ft,40HQ atau 45ft. Atau apabila menggunakan truck apakah akan dikirimkan dengan menggunakan truck tronton, truck angkel, truck box / diesel atau truck built up.

Advising Bank: yaitu bank di negara eksportir yang meneruskan atau memberitahukan dan juga menegaskan kebenaran pembukaan L/C kepada beneficiary. Selain proses advisi, bank ini dapat juga bertindak sebagai paying bank, sepanjang mendapat penunjukan dari issuing bank.

Advance payment: metode pembayaran dimana pembeli terlebih dahulu melakukan pembayaran baik sebagian atau seluruhnya, sebelum barang yang dipesan dikapalkan oleh penjual.

Applicant: yaitu pihak yang membuka kontrak L/C kepada bank penerbit. Dalam kontrak perdagangan applicant bertindak sebagai pembeli atau importir.

Beneficiary: yaitu pihak yang akan menerima keuntungan atau pembayaran atas pembukaan kontrak L/C. Kedudukan beneficiary dalam sales contract adalah sebagai penjual atau eksportir.

Carrier as ship owner: perusahaan pengangkutan yang mengoperasikan kapal miliknya sendiri

Carrier as charterer of ship: perusahaan pengangkutan yang menyewa kapal dan mengoperasikan kapal sewaan

Carriage Paid To (CPT):  term penyerahan perdagangan khusus untuk pengangkutan multimoda. Penjual berkewajiban menanggung seluruh biaya pengangkutan dan menentukan sendiri pengangkut yang akan membawabarang-barang hingga sampai di suatu tempat tujuan di negara importir.

Carriage Insurance Paid To (CIP): Pada terms penyerahan perdagangan ini, kewajiban penjual pada dasarnya sama dengan terms CPT hanya saja ditambah dengan kewajiban menutup asuransi pengangkutan.

Charter party : perjanjian sewa-menyewa antara pemilik kapal dengan pihak yang mencarternya

Collection: metode pembayaran dengan cara menitipkan dokumen komersial (commercial documents) atau dokumen keuangan (financial documents) kepada pihak bank yang selanjutnya akan melakukan penagihan kepada importir di luar negeri

Common Carrier: Jasa pengangkutan publik

Consignment: metode pembayaran secara konsinyasi

Consignee:  pihak yang ditunjuk oleh shipper untuk menerima barang yang diangkut di pelabuhan tujuan

Cost and Freght (CFR): term penyerahan perdagangan dimana penjual menyerahkan barang setelah barang melewati batas pagar kapal dipelabuhan pengapalan dalam keadaan sudah mendapat ijin ekspor, tetapi biaya pengangkutan sampai ke pelabuhan tujuan tetap menjadi kewajiban penjual

Cost insurance and freight (CIF): term penyerahan perdagangan dimana penjual menyerahkan barang setelah barang melewati batas pagar kapal dipelabuhan pengapalan dalam keadaan sudah mendapat ijin ekspor, biaya pengangkutan dan asuransi pengangkutan sampai ke pelabuhan tujuan tetap menjadi kewajiban penjual

Demurrage: biaya yang harus ditanggung oleh penyewa kapal/pemilik cargo yang disebabkan adanya kelebihan waktu yang diperlukan kapal dalam melakukan aktifitas bongkar-muat di pelabuhan, dari waktu yang telah disepakati (laytime) dan keterlambatan tersebut disebabkan bukan karena kesalahan pengangkut

Delivered at Frontier  (DAF): term penyerahan perdagangan dimana perpindahan resiko dari penjual kepada pembeli dilakukan di suatu tempat yang termasuk wilayah perbatasan, namun belum termasuk daerah pabean negara pembeli, dalam kondisi belum dibongkar

Delivered Duty Paid (DDP): term penyerahan perdagangan dimana penjual harus menyerahkan barang kepada pembeli di suatu tempat yang ditunjuk pembeli dan berada di wilayah kewenangan pembeli dengan kondisi seluruh formalitas kepabeanan telah diselesaikan (door to door service).

Delivered Duty Unpaid (DDU): term penyerahan perdagangan dimana penjual menyerahkan barang kepada pembeli, di suatu tempat yang ditunjuk pembeli dalam wilayah kewenangan pembeli

Delivered ex Ship (DES): term penyerahan perdagangan dimana penjual menyerahkan barang apabila telah ditempatkan ke dalam kewenangan pembeli, diatas kapal , sudah diurus formalitas ekspor, namun belum diurus formalitas impornya.

Delivered ex Quay (DEQ): term penyerahan perdagangan dimana penjual menyerahkan barang apabila telah ditempatkan kewenangan pembeli, diatas dermaga, telah diurus formalitas ekspor,namun belum diurus formalitas impornya

Exworks: terms penyerahan perdagangan yang dilaksanakan di suatu tempat milik eksportir atau di negara asal barang (pabrik, gudang, dan lain-lain).

Free alongside Ship (FAS): term penyerahan perdagangan dimana penjual wajib menanggung biaya dan resiko sampai dengan penyerahan barang disamping kapal di pelabuhan pengapalan, dalam keadaan sudah mendapat ijin ekspor

Free Carrier (FCA): term penyerahan perdagangan dimana penjual menyerahkan barang kepada pengangkut dalam keadaan sudah mendapat ijin ekspor, ditempat yang ditunjuk oleh pembeli.

Free on Board (FOB): term penyerahan perdagangan dimana penjual wajib menanggung biaya dan resiko sampai dengan barang melewati batas pagar kapal di pelabuhan pengapalan, dalam keadaan sudah mendapat ijin ekspor.

Freight: adalah biaya yang dikenakan oleh maskapai pengangkutan atas jasa pengangkutan barang dari negara eksportir hingga sampai dengan selamat dinegara tujuan importir

Incoterms 2010: International Commercial Terms versi Tahun 2010, suatu instrumen pengaturan dalam hal syarat-syarat penyerahan perdagangan

Issuing Bank: adalah bank di negara importir yang menerbitkan L/C ataspermohonan applicant.

Letter of Credit: janji membayar dari bank penerbit (issuing bank) kepada eksportir (beneficiary) sebesar nilai yang tercantum dalam dokumen L/Csepanjang eksportir memenuhi persyaratan L/C.

Liner: pola pengangkutan dengan trayek tertentu dan telah ditentukan waktunya secara reguler.
Negotiating bank: yaitu bank yang menyetujui untuk membeli wesel (draft) dari beneficiary dengan segera

Non documentary L/C: istilah  lainnya adalah Clean L/C  atau Standby L/C. Pada dasarnya merupakan instrumen penjaminan, yaitu jaminan pembayaran (guaranty of payment) yang dikeluarkan oleh bank penerbit kepada beneficiary atas suatu kejadian wanprestasi dalam kontrak dasar yang terpisah dari kontrak standby L/C.

Notify party:  pihak yang ditunjuk shippers dalam B/L sebagai pihak yang harus diberitahukan oleh carrier setelah barang tiba di pelabuhan tujuan, lazimnya atas permintaan importir

Open account:  metode pembayaran dimana penjual mengapalkan terlebih dahulu barang yang dipesan oleh pembeli sebelum pembayaran (baik sebagian atau keseluruhan) diterima oleh penjual.

Proforma invoice: Invoice yang sifatnya adalah sementara, yang digunakan untuk mendapatkan kesepakatan terakhir dari pihak pembeli

Sales of contract: kontrak perjanjian jual-beli antara pembeli dan penjual antar negara

Shipper: pihak yang mengontrak carrier untuk mengangkut barang dari suatu tempat di negaranya hingga sampai di tempat tujuan

Shipping instruction: merupakan dokumen perintah kerja kepada pihak pengangkut untuk mengangkut barang ekspor milik eksportir hingga sampai di tempat tujuan importir

Stowage plan: merupakan suatu diagram yang menggambarkan penempatan cargo atau kontainer di ruang muatan (palka-palka kapal) agar di pelabuhan tujuan kegiatan bongkar muat barang dapat berjalan dengan baik

Terms of trade: syarat penyerahan perdagangan

Terms of payment: syarat pembayaran

Tramper: adalah pola pengangkutan laut yang tidak memiliki trayek dan jadwal waktu yang jelas (independence services).

Demikian Istilah-istilah yang biasa digunakan dalam transaksi Bisnis Ekspor dan Impor yang berhasil saya kumpulkan, kalau ada yang istilah masih tertinggal bisa teman-teman tambahkan melalui Komentar.

Untuk teman-teman yang ingin serius melakukan Bisnis Ekspor, dapatkan Tutorial, Strategi, Tips & Triknya di :

Ekspor Online dan Ekspor Mudah serta Aplikasi Database Pengrajin Produk Lokal Se Indonesia untuk mencari Supplier dalam Kebutuhan Ekspor

atau klik gambar di bawah ini :



Semoga Bermanfaat :)

Kamis, 28 November 2013

Bisnis Ekspor Sidat Makin Menjanjikan

Bisnis ekspor ikan sidat makin menjanjikan, selain harganya yang selangit juga permintaan dunia terutama Jepang sangat menjanjikan dan ini jadi peluang bisnis ekspor yang patut dilirik oleh peternak Indonesia. Permintaan sidat di pasar internasional mencapai 300 ribu ton per tahun. Dari total kebutuhan tersebut, permintaan Jepang terhadap jenis unagi kabayaki 150 ribu ton per tahun.

Namun masih sangat disayangkan teknik budidaya sidat di Indonesia masih banyak orang belum menegerti dengan baik, masih kalah dengan teknik budidaya seperti taiwan dan china, sehingga masih banyak terjadi penjualan secara gelap eel glass atau bibit belut langsung ke pasaran padahal ini sudah dilarang pemerintah.

Salah satu teknik budidaya teknologi yang menguntungkan dalam memelihara sidat adalah Biofloc Probiotic sebagaimana teknik ini sudah sukses diterapkan pada budidaya lele dan udang.

glass eel
Glass Eel Yang Sering Diselundupkan

Potensi sidat dengan berbagai spesies banyak tersebar di pulau sumatera, jawa, kalimantan dan sulawesi, jenis Anguela Bicolor menjadi salah satu andalan.

Nah bagi yang tertarik budidaya sidat dengan keuntungan menggiurkan ini mari mulai berbisnis Sidat, silahkan mencari referensi di google, tentang Ikan Sidat.

Dan untuk mencari Supplier untuk ekspor Bisa di Cari di, Klik link di bawah ini :

Aplikasi Database Supplier dan Pengrajin Produk Lokal Se Indonesia

Dan dapatkan Panduan, Tutorial dan Strategi Ekspor Lengkap, klik Link dibawah ini :

  Panduan dan Tutorial Ekspor Mudah

Semoga Bermanfaat :)) 



Jumat, 02 November 2012

Hasil Penelitian Sumber Daya Manusia - Hanya Sepertiga Karyawan Yang Peduli !!!

Hasil Penelitian Sumber Daya Manusia - Hanya Sepertiga Karyawan Yang Peduli !!! Perusahaan - perusahhan di Indonesia, khususnya perusahaan Swasta, cendrung memiliki masalah terkait dengan loyalitas dan kinerja para karyawannya. Oleh sebab, hampir 2/3 karyawan di Indonesia atau 70,13 Juta karyawan tidak memiliki engagement atau kesediaan untuk bekerja dan berupaya sungguh-sungguh untuk mencapai sasaran dan nilai-nilai perusahaan serta bangga atas menjadi bagian dari perusahaan.

Hal ini terungkap oleh hasil penelitian yang dilakukan Towers Watson Global Workforce Study (GWS) 2012 dengan sample 32.000 Karyawan di 29 Negara, Temasuk negara kita Indonesia. Di Indonesia, Towers Watson yang melakukan penelitian secara online selama februari-maret 2012 munggunakan 1.005 karyawan sebagai sample.

GWS menemukan data bahwa hanya sekitar spertiga (36.07%) atau sekitar 35.07 juta karyawan yang benar-benar peduli pada perusahaan tempatnya bekerja. Hal ini sangat disayangkan karena perusahaan yang memiliki engagement yang tinggi dapat memiliki keuntungan operasional hampir tiga kali lipat dibandingkan dengan perusahaan yang memiliki tingkat engagement rendah.

Efek lanjutannya, karyawan yang tidak engeged cenderung akan meninggalkan pekerjaan mereka dalam dua tahun, yakni sekitar 38%. Sementara, hanya sekitar 21% karyawan engaged yang ingin meninggalkan perusahaan mereka disaat ini dalam periode yang sama.

Berikut Hasil Penelitian Towers Watson :

1. Karyawan High Engaged (Sangat Peduli) 36%
2. Karyawan Detached (Netral) 25%
3. Karyawan Disengaded (Tidak Peduli) 23%
4. Karyawan Unsupport (Tidak Mendukung) 17%
 sumber: Majalah Infobank Oktober 2012 dan Towers Watson

Sungguh sebuah fakta yang mengerikan, apabila hal tersebut sudah menjangkit di Perusahaan kita, apalagi saat Perusahaan kita sedang getol-getolnya untuk maju dan berkembang.

Demikian artikel saya kali ini, yang menjadi sebuah pertanyaan, apakah hal ini juga terjadi di perusahaan anda ?

 

Kamis, 22 Maret 2012

Cara Meningkatkan Kinerja Karyawan dan Faktor Yang Mempengaruhinya

Cara Meningkatkan Kinerja Karyawan dan Faktor Yang Mempengaruhinya ? sebelumnya kita ketahui dulu Pengertian Kinerja : Kinerja seorang karyawan merupakan hal yang bersifat individual, karena setiap karyawan mempunyai tingkat kemampuan yang berbeda - beda dalam mengerjakan tugasnya. Pihak dari manajemen dapat mengukur karyawan atas pekerjaannya berdasarkan kinerja dari masing - masing karyawan. Kinerja adalah sebuah aksi, bukan kejadian. Aksi kinerja itu sendiri terdiri dari banyak komponen dan bukan merupakan hasil yang dapat dilihat pada saat itu juga. Pada dasarnya kinerja merupakan sesuatu hal yang bersifat individual, karena setiap karyawan memiliki tingkat kemampuan yang berbeda dalam mengerjakan tugasnya. Kinerja tergantung pada kombinasi antara kemampuan, usaha, dan kesempatan yang diperoleh. Hal ini berarti bahwa kinerja merupakan hasil kerja karyawan dalam bekerja untuk periode waktu tertentu dan penekanannya pada hasil kerja yang diselesaikan karyawan dalam periode waktu tertentu. (Timpe, 1993, p. 3).
Performance is defined as the record of outcomes produced on a specified job function or activity during a specified time period. Performance on the job as a whole would be equal to the sum (or average) of performace on the critical or essential job functions. The functions have to do with the work which is performed and not with the characteristic of the person performing. (Williams, 1998, p. 75).

Berdasarkan keterangan tersebut di atas dapat pula diartikan bahwa kinerja adalah sebagai seluruh hasil yang diproduksi pada fungsi pekerjaan atau aktivitas khusus selama periode khusus. Kinerja keseluruhan pada pekerjaan adalah sama dengan jumlah atau rata - rata kinerja pada fungsi pekerjaan yang penting. Fungsi yang berkaitan dengan pekerjaan tersebut akan dilakukan dan tidak dilakukan dengan karakteristik kinerja individu. Pendapat di atas didukung oleh pernyataan dari Sunarto (2003), yaitu :
Kinerja yang tinggi dapat tercapai oleh karena kepercayaan (trust) timbal balik yang tinggi di antara anggota - anggotanya artinya para anggota mempercayai integritas, karakteristik, dan kemampuan setiap anggota lain. Untuk mencapai kinerja yang tinggi memerlukan waktu lama untuk membangunnya, memerlukan kepercayaan, dan menuntut perhatian yang seksama dari pihak manajemen.

Faktor - Faktor yang Mempengaruhi Kinerja
Menurut Timpe (1993) faktor - faktor yang mempengaruhi kinerja, yaitu (p.33) :
1. Kinerja baik dipengaruhi oleh dua faktor :
    a. Internal (pribadi)
        -Kemampuan tinggi
        -Kerja keras
    b. Eksternal (lingkungan)
        -Pekerjaan mudah
        -Nasib baik
        -Bantuan dari rekan - rekan
        -Pemimpin yang baik

2. Kinerja jelek dipengaruhi dua faktor :
    a. Internal (pribadi)
       -Kemampuan rendah
       -Upaya sedikit
    b. Eksternal (lingkungan)
       -Pekerjaan sulit
       -Nasib buruk
       -Rekan - rekan kerja tidak produktif
       -Pemimpin yang tidak simpatik

Cara - Cara untuk Meningkatkan Kinerja
Berdasarkan pernyataan menurut Timpe (1993) cara - cara untuk meningkatkan kinerja, antara lain (p. 37) :
1. Diagnosis
Suatu diagnosis yang berguna dapat dilakukan secara informal oleh setiap individu yang tertarik untuk meningkatkan kemampuannya dalam mengevaluasi dan memperbaiki kinerja. Teknik - tekniknya : refleksi, mengobservasi kinerja, mendengarkan komentar - komentar orang lain tentang mengapa segala sesuatu terjadi, mengevaluasi kembali dasar - dasar keputusan masa lalu, dan mencatat atau menyimpan catatan harian kerja yang dapat membantu memperluas pencarian manajer penyebab - penyebab kinerja.
2. Pelatihan
Setelah gaya atribusional dikenali dan dipahami, pelatihan dapat membantu manajemen bahwa pengetahuan ini digunakan dengan tepat.
3. Tindakan
Tidak ada program dan pelatihan yang dapat mencapai hasil sepenuhnya tanpa dorongan untuk menggunakannya. Analisa atribusi kausal harus dilakukan secara rutin sebagai bagian dari tahap - tahap penilaian kinerja formal.

Apakah anda sudah Meningkatkan Kinerja Karyawan Anda ?

Rabu, 07 Maret 2012

10 Produk Utama Ekspor Indonesia

Saat ini ada 10 komoditas ekspor utama Indonesia yaitu
  1. Tekstil dan produk tekstil (TPT),
  2. Elektronik,
  3. Karet dan produk karet,
  4. Sawit dan produk sawit,
  5. Produk hasil hutan,
  6. Alas kaki,
  7. Otomotif,
  8. Udang,
  9. Kakao,
  10. Kopi
Disamping ada 10 produk unggulan diatas, saat ini ada 122 produk inovasi potensi ekspor asal Indonesia itu telah memenuhi empat kriteria yang disebut sebagai produk inovasi. Kriterianya ini yakni merupakan ;

1.Hasil temuan murni,
2.Sumber daya manusia dan bahan harus ada di Indonesia,
3.Punya potensi market dan memiliki nilai tambah.

"Ragam inovasi ini sudah bisa diterima wirausahawan karena telah mencakup penilaian keaslian ide, kemudahan ditiru, penerimaan oleh konsumen, nilai tambah bagi pemakai, potensi pengembangan, scability, risiko investasi serta risiko bisnis," Selain ituIndonesia juga memiliki 212 produk lain inovasi UMKM (unit usaha kecil dan menengah) yang unggul.

 Semua produk ini sudah lolos seleksi dari 22 HS (harmonized system) yang terdata

Cari Supplier 10 Komoditi Unggulan diatas, serta Komoditi Kebutuhan Ekspor lainnya, dengan Klik Link di bawah ini :

 Aplikasi Database Supplier dan Pengrajin Produk Lokal Se Indonesia

Serta Panduan Untuk Memulai Ekspor. dengan Klik Link Dibawah ini :

Panduan dan Tutorial Ekspor Mudah

Semoga Bermanfaat...... aaamiiin :) 

Minggu, 04 Maret 2012

Peluang Ekspor Bisnis Arang Batok Kelapa

Fungsi dan kegunaan dari arang batok kelapa yang marak dicari dan diperjual belikan yang bahkan marketnya sampai pasar luar negeri, Meskipun ini limbah, tapi hasil arang dan cairan asap atau liquid smoke-nya berpeluang diekspor ke China dan Amerika, Siapa sangka tempurung kelapa yang yang sudah diolah menjadi briket menembus pasar ekspor. Tentu saja keuntungan dari bisnis briket tempurung kelapa ini bukan nilai yang kecil. Briket tempurung kelapa ini banyak dipilih sebagai bahan bakar karena memiliki energi 7.340 kalori sehingga menghasilkan panas lebih tinggi dibandingkan dengan briket arang kayu biasa. Selain itu ada kegunaan lain yang biasa memanfaatkan briket tempurung kelapa ini misalnya shisa.

Pasar Briket tempurung kelapa ini kebanyakan malah untuk ekspor dengan prosentase 80 persen sedangkan sisanya 20 persen untuk pasar dalam negeri. Beberapa negara tujuan eksport briket tempurung kelapa antara lain negara-negara timur tengah, Jepang, Australia dan lain-lain.
Mereka menggunakan arang batok untuk pembuatan Carbon aktif pada water treatment plant dan Sumber Carbon untuk berbagai macam industri Coconut Shell Charcoal

Ke Amerika Dari Bisnis Arang Batok Kelapa

Keuntungan bisnis briket tempurung kelapa ini tergolong lumayan besar. Novi Setiawan,salah satu pelaku bisnis briket tempurung kelapa dari Bantul Yogyakarta,ini bisa mengantongi omzet Rp 97 juta per bulan. Adapun Fahni dari Gresik meraup omzet Rp 80 juta sampai Rp 100 juta per bulan.

Muhammad Fahni di Gresik, Jawa Timur juga melihat peluang di bisnis ini. Sejak tahun 2006 dia memproduksi briket tempurung kelapa.

Fahni juga menjual sebagian briketnya ke pasar luar negeri. "Sebanyak 80% ekspor, 20% untuk pasar lokal," ujarnya. Negara-negara tujuan ekspor Fahni, antara lain Jepang dan Australia. Ia menambahkan, ekspor briket ke Jepang turun sekitar 30% akibat bencana alam gempa dan tsunami

Profile sukses lain juga Siapa sangka arang batok kelapa bisa mengantarkan Lusi Efriani menjadi pengusaha profesional sukses yang hingga diundang ke Washington DC untuk sekadar bicara tentang arang batok? Sebab, mungkin sebagian besar kita tak pernah berpikir optimis terhadap sebuah arang batok sebagai potensi bisnis yang menggiurkan. Kalaupun ada yang menjalani bisnis tersebut, mungkin itu dijalani secara tak profesional dan dilakukan oleh seseorang yang merasa sudah tak ada lagi peluang bisnis yang menjanjikan.

Namun, semua asumsi itu tak pernah ada di benak seorang bernama Lusi Efriani. Sejak awal, ia melihat potensi bisnis menggiurkan di balik arang batok kelapa. Karenanya, sejak awal ia menggeluti bisnis arang batok secara profesional. Dan hasilnya, kini dia telah dikenal luas, baik di dalam atau pun luar negeri, sebagai pengusaha sukses arang batok. Bukan hanya itu, kini ia juga telah sukses memberdayakan masyarakat pesisir di Batam mengolah arang batok kelapa menjadi produk bisnis bernilai tinggi.

Kesuksesan Lusi itu juga membuat Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (AS) mengundangnya ke Washington DC untuk berbagai pengalaman ‘unik’-nya itu dalam berbisnis dalam program International Visitor Leadership Program. Kemarin, Selasa (8/11), Lusi baru mendarat di Bandara Hang Nadim Batam, sepulangnya dari Washington DC.

Lusi berharap para pengusaha dan profesional muda Indonesia memiliki kejelian dalam melihat peluang bisnis yang ada di negeri ini. Sehingga, dari hal-hal yang seolah kecil dan tak diperhitungkan seperti arang batok kelapa, mereka bisa membangun perusahaan bisnis yang bukan hanya mapan dan menjanjikan, tapi berbasis memberdayakan masyarakat luas. Pemerintah juga diharapkan dapat berperan aktif dalam mendorong dan memfasilitasi pengusaha dan profesional muda seperti Lusi tersebut.

Untuk membuat briket tempurung kelapa yang laku di pasaran eksport memang memiliki persyaratan yang cukup ketat. Salah satunya adalah bahan baku briket yaitu tempurung kelapa benar-benar bebas dari serat kulit kelapa, jika masih ada serat kulit kelapa arang batok tidak bisa terbakar sempurna.

Arang batok kelapa terbuat dari batok kelapa yang di bakar dengan cara oven dan dengan cara pembakaran. Pembuatan arang batok kelapa tersebut banyak dilakukan dengan cara konvensional
yaitu dengan cara pembakaran secara tradisional.


Aplikasi Gas Treatment

1. Solvent Recovery, untuk merecover organic content dalam rangka optimisasi ekonomi proses dan mengontrol emisi gas buang. Aplikasi penggunaan: Acetate fibres (acetone), pharmaceuticals (methylene chloride), film coating and printing (ethly acetate), magnetic tape (MEK).

2. Karbondioksida, digunakan untuk pemurnian CO2 hasil fermentasi. Aplikasi penggunaan: Adsorption alkohol, amines dan mercaptans.

3. Industrial respirators, digunakan untuk adsorpsi kandungan organic.

4. Pembuangan Limbah Gas, Disposal of domestic, chemical dan klinical waste by high temperature incineration. Aplikasi Penggunaan: penghilangan logam berat dan dioksin dari gas buang.

5. Rokok, digunakan sebagai filter. Aplikasi Penggunaan: Untuk mengekstrak elemen berbahaya dari asap rokok serta cita rasa.

6. AC, Heating ventilation and air conditioning (HEVAC), diaplikasikan di airport, kantor, mall dll. Aplikasi Penggunaan: Menghilangkanbau serta menyerap gas berbahaya.


7. Composite fibres, Impregnation dari aktivated carbon powder dalam foam/fibre/non-woven substance. Aplikasi Penggunaan: Pengolahan udara, masker, sepatu untuk mengurangi bau serta pengolahan air.

8. Fridge de-oderisers, in situ Filter Unit. Aplikasi Penggunaan: Menghilangkan bau busuk makanan, biasa digunakan dalam truk-truk pengangkutan makanan.

Aplikasi Liquid Treatment

1.. Potable water treatment, Granular activated carbons (GAC) diinstall dalam unit filter Aplikasi Penggunaan: Menghilangkan kontaminan organik terlarut, menjaga rasa dan bau.

2.. Soft Drink, Potable Water treatment dengan sterilisasi klorine. Aplikasi Penggunaan: Menghilangkan klorine, dan adsorbsi kontaminan organik

3.. Bir, Potable Water Treatment Aplikasi Penggunaan: Menghilangkan Trihalomethanes dan Phenolic

4.. Semi Konduktor, Ultra High Pemurnian air Aplikasi Penggunaan: Mengurangi total organic carbon (TOC)

5.. Gold Recovery, operasi dari Carbon in Leach (CIL), Carbon in Pulp (CIP) dan Heap Leach Circuit. Aplikasi Penggunaan: Recovery gold dari “tailing” terlarut dalam Sodium Sianida


6.. Petrokimia, Recycle dari steam kondensat untuk BFW. Aplikasi Penggunaan: Menghilangkan kontaminan oil dan hydrokarbon.



7.. Air Tanah, kontaminasi dari industri. Aplikasi Penggunaan: Mengurangi Total Organic Halogen (TOX) dan menyerap Adsorbable Organic Halogen (AOX)


8.. Pengolahan Limbah Air, untuk mencapai standar lingkungan. Aplikasi Penggunaan: Mengurangi TOX, BOD, dan COD.

9.. Kolam Renang, yang melibatkan injeksi Ozone untuk menghilangkan kontaminan organik. Aplikasi Penggunaan: Menghilangkan sisa Ozone dan mengontrol level kloramine.

Cara membuat Arang Batok Kelapa

1. Pembakaran dengan menggunakan Lobang dan Dapur Pengarangan Pembakaran dapat dilakukan dengan salah satu cara berikut ini.

1) Lobang atu dapur pengarangan diisi dengan tempurung setinggi 30 cm, kemudian dibakar. Bila lapisan tempurung ini mulai terbakar, ke atas lapisan yang sedang terbakar dimasukkan lagi tempurung baru sebanyak lapisan sebelumnya. Hal ini dilakukan terus sampai ruangan terisi penuh. Setelah itu, lobang atau dapur pembakaran ditutup dengan rapat. Jika menggunakan lobang pembakaran, ke atas penutup dapat ditambahkan tanah sehingga penutupan menjadi lebih rapat.

2) Ke bagian tengah lobang atau dapur pengarangan diletakkan secara tegak lurus balo kayu atau bambu (diameter 15-20 cm), kemudian diisikan tempurung sampai penuh. Setelah itu, balok kayu atau bambu dicabut secara pelan-pelan dan hati-hati sehingga pada bagian tengah lobang atau dapur pengarangan terbentuk lobang kecil. Ke dasar lobang kecil ini dimasukkan sabut atau daun yang telah dibasahi dengan minyak tanah, kemudian dibakar. Tempurung akan terbakar dari dasar, kemudian akan merambat ke atas. Segera setelah semua tempurung terbakar, lobang atau dapur pengarangan ditutup dengan rapat. Untuk mengeluarkan asap, 2 kali sehari tutup di buka. Proses pengarangan ini berlangsung 5-7 hari.


2.Pembakaran dengan Menggunakan Kiln

1) Kiln diisi dengan tempurung sepadat dan serapat mungkin. Kiln yang dibuat dari drum bekas dapat diisi 90 kg tempurung.

2) Lobang udara baris pertama dan kedua dari atas ditutup. Setelah itu, ke dalam dasar ruang "kassa api pertama" dimasukkan bahan-bahan mudah terbakar, seperti daun kering dan sabut yang telah dibasahi dengan minyak tanah, dan dibakar. Kemudian kiln ditutup.


3) Segera setelah tempurung pada dasar kiln terbakar, dan api mulai merambat ke bagian atas lobang ketiga yang terbuka, lobang ketiga tersebut ditutup rapat. Sementara itu, lobang baris kedua dibuka. Demikian seterusnya sampai ke lobang baris pertama (paling atas).


4) Selama pembakaran, volume arang akan berkurang, karena itu tempurung dapat ditambahkan untuk memenuhi volume ruang pengarangan.


3. Pemilahan dan Pengemasan

Setelah selesai dibakar, arang dibakar. Arang yang belum terbakar sempurna dibakar kembali. Arang yang telah terbakar sempurna diayak dengan anyaman kawat (besar lobang 0,6-1,0 cm) untuk memisahkan tanah, debu dan kerikil. Sebelum dikemas, arang dibiarkan pada udara terbuka selama 12-15 hari. Setelah itu, arang dikemas di dalam kantung plastik, atau karung goni.

Demikian artikel Peluang Ekspor Bisnis Arang Batok Kelapa kami share untuk menjadi reffernsi teman-teman dalam mencari Ide Bisnis.

Untuk mencari Supplier dan Produsen Arang Batok Kelapa Terdekat, Klik Link Di Bawah ini :

Aplikasi Database Supplier dan Pengrajin Produk Lokal Se Indonesia

Serta untuk Panduan Memulai Ekspor, Klik Link Di Bawah Ini :

Panduan dan Tutorial Ekspor Mudah

Semoga Bermanfaat ........ :)  
Back to Top